Dan kita, sebagai generasi penerus Indonesia, generasi yang hidup pada saat Indonesia sudah merdeka, tidak merasakan beratnya hidup di jaman penjajahan Belanda, masih hanya ingin duduk santai di depan layar laptop/komputer sambil membaca blog ini? Tidak ingin melakukan sesuatu yang lebih berguna, begitu?
Atau mungkin, tidak ingin membalaskan dendam kepada Belanda?
Sudah tahu jawabannya? Sudah kesal? Sudah panas?
Kalau begitu, mari kita balas dendam kepada Belanda!
Bukan, bukan balas dendam dengan menenggelamkan Belanda. Atau menghancurkan Belanda dengan mengirimkan rudal seperti yang terjadi di Jalur Gaza. Kita tidak perlu membalaskan dendam seperti itu. Tidak perlu dengan anarki dan kekerasan.
Kita bisa membalaskan dendam kita dengan cara cerdas : Studi di Belanda.
Ya, memanfaatkan ilmu dari Belanda dan mempraktekannya di Indonesia agar ilmu yang kita dapatkan itu berguna bagi Indonesia. Kita ’kuras’ apa yang Belanda ’berikan’ lalu kita gunakan di Indonesia. Gunakan yang baik dan benar, jangan malah jadi penjahat di negeri sendiri.
Ilmu yang didapat bisa juga berupa budaya yang ada di Belanda. Contohnya, kita bisa curi sehatnya orang-orang Belanda naik sepeda kemana-mana (Helloow, jangan cuma ngeluh bumi makin panas, tapi lakukan sesuatu juga dong buat bumi). Lalu praktekan di Indonesia. Buat Indonesia lebih sehat dan hijau dari Belanda. atau lebih luasnya, buat dunia menjadi lebih hijau.
Karena belajar di Belanda juga bisa menjadi ticket to a global community. Kita tidak hanya mau sukses di kandang sendiri kan? Dengan ilmu yang didapat di Belanda, bisa menjadi pacuan untuk sukses secara global dengan tidak melupakan negeri sendiri. Saat belajar di Belanda pun sudah menjadi ticket to a global community, karena kita bisa membawa nama baik Indonesia selama di sana dan juga ikut membawa Indonesia ke dunia.
Dan salah satu cara untuk membalaskan dendam kita itu dengan Summercourse European Cultures and Identities di Utrecht University, Belanda.

photo by : me


