Sudah Sarjana? mau lanjut S2 (master) di luar negeri, atau masih bingung nih kira-kira negara mana yang dijadikan tujuan atau tempat untuk memperdalam ilmu, belum lagi masalah bahasa yang notabene merupakan masalah bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi, kira-kira selain bahasa inggris apakah perlu belajar bahasa belanda atau bahasa lainnya seperti german, portugis dll?. Selain itu yang tak kalah pentingnya bagaimana kualitas pendidikan dan budaya mahasiswa ? dan yang paling penting gimana kira-kira Biaya pendidikannya? mahal atau murah?. Sekelumit pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin bisa terjawab dengan membaca beberapa fakta mengenai “Studi di Belanda - Ticket to a Global Community” silakan disimak :
Dari Wikipedia, Belanda (bahasa Belanda: Koninkrijk der Nederlanden, secara harfiah berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”) adalah sebuah negara di Eropa bagian barat laut. Di sebelah timur negara ini berbatasan dengan Jerman, di sebelah selatan dengan Belgia dan di sebelah barat dengan Laut Utara. Kata Belanda dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Portugis: Holanda -> olanda -> wolanda -> bolanda -> “Belanda”.
Belanda adalah salah satu negara yang pernah menguasai Indonesia dan baru mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, namun sekarang mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Holland atau sebutan resminya Netherlands adalah negara yang berorientasi internasional dan inovatif yang terletak di tengah benua Eropa.
image credit: wiki
Mengapa memilih belanda? berdasarkan data yang diperoleh dari NESO Indonesia (Netherlands Education Support Office ) Beberapa alasan studi di Belanda, diantaranya:
* Masyarakat yang multikultur dan terbuka
* Lingkungan studi yang internasional
* Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam
* Terletak di tengah benua Eropa
* Value for money
Masyarakat Belanda merupakan masyarakat yang multikultur dan terdiri dari kelompok-kelompok orang yang sudah menetap di Belanda selama berabad-abad. Bahkan jika kita tilik kembali ke abad 17, Belanda telah menjadi negara makmur, di mana perdagangan menjadi sumber utama bagi pendapatan negeri ini. Dewasa ini, perdagangan internasional masih merupakan mesin pertumbuhan ekonomi utama di Belanda Dutch society is multicultural.
image source: Flickr
Pertanyaan pertama mengenai bahasa, Salah seorang blogger yang baru-baru ini meluncurkan film terbarunya “kambing jantan” siapa lagi kalau bukan Raditya Dika, dia mengungkapkan, “kita gak perlu takut kendala bahasa Belanda, karena bahwa Inggris dipergunakan oleh hampir semua masyarakat Belanda, termasuk program studinya. Bayangkan, ada lebih dari 1400 program studi berbahasa Inggris.” Ungkap dika. Jadi, jelas Walaupun Bahasa Belanda adalah bahasa nasional, namun mayoritas penduduk Belanda juga berbicara dalam bahasa Inggris.
Pertanyaan kedua mengenai kualitas pendidikan, ternyata belanda memiliki pendidikan dan riset yang berkualitas, Pendidikan tinggi Belanda telah diakui reputasinya di dunia. Ini semua diperoleh melalui sistem regulasi dan manajemen mutu pendidikan yang ada. Hasil riset ilmiah internasional Belanda bahkan menempati peringkat tinggi. Belanda juga telah mendapat pengakuan internasional sebagai pionir dalam menerapkan sistem Problem-based learning (PBL), yang mampu melatih siswa untuk dapat menganalisa dan memecahkan permasalahan praktek-praktek yang diberikan secara independen melalui penekanan pada self-study dan disiplin diri sendiri. Hal yang sama saat ini sedang diterapkan juga di Fakultas Kedokteran UNTAN.
image source : flickr
Pertanyaan ketiga tentang budaya mahasiswa, Komunitas pendidikan tinggi Belanda berupaya menjadi bagian dari masyarakat dan tidak ingin terpisah dari masyarakat sekitarnya. Universitas/institut tersebar di seluruh negeri, dan hanya sedikit di antaranya yang memiliki kampus. Bisa juga gedung-gedung satu universitas tersebar di berbagai lokasi. Akan tetapi kehidupan mahasiswa tetap dapat dijumpai. Di lingkungan setiap universitas/institut terdapat jaringan perhimpunan mahasiswa untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan studi, olahraga, ataupun kegiatan rekreasi. Perhimpunan ini dikelola oleh mahasiswa sendiri, bahkan beberapa perhimpunan memiliki orientasi internasional. Mereka juga memiliki cafe-cafe favorit, restoran, dan tempat-tempat pertemuan lain.
Pertanyaan terakhir soal biaya pendidikan dan hidup, Pendidikan di Belanda tidaklah gratis, namun biaya kuliah relatif terjangkau. Berdasarkan hasil survey mengenai biaya hidup di dunia menunjukkan bahwa biaya hidup di kota Amsterdam lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di dunia seperti New York, London, Paris dan Beijing.
Semua informasi mengenai Studi di Belanda dapat anda peroleh melalui situs resmi NESO Indonesia
Taken from : http://www.kimia-untan.com/studi-di-belanda-siapa-takut/
