Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei,
wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij….
Inilah salah satu lagu dari negeri Belanda yang termasuk dalam daftar lagu favoritku. “Geef Mij Maar Nasi Goreng” adalah judul dari lagu tersebut dan dipopulerkan oleh Wieteke van Dort sekitar tahun 1970-an.
Mendengar lagu ini, yang ada di benakku adalah makanan-makanan yang familiar dan sering ditemui dan disantap olehku dan warganegara Indonesia lainnya.
Dengar saja: nasi goreng, krupuk, sambal, terasi, srundeng, bandeng, tahu petis, sate babi, ketan, kue lapis, onde onde dan gula jawa. Itu semua adalah makanan khas Indonesia, yang juga termasuk dari kekayaan budaya Indonesia.
Namun, mengapa yang mendendangkannya justru orang Belanda?
Seperti yang kita ketahui bersama, Negara kita Indonesia sudah pernah dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad lamanya. Waktu yang sangat lama itulah Belanda berusaha untuk mengenal kekayaan bangsa kita dan kenyataannya Belanda seperti sangat mencintai kekayaan bangsa Negara kita, Indonesia.
Dalam benakku pernah terbersit untuk membayangkan Belanda dan Indonesia adalah 2 pribadi manusia yang berlawanan jenis. Belanda adalah seorang pria, dan Indonesia adalah seorang wanita.
Karena melihat kecantikan Indonesia, Belanda pun jatuh cinta. Rasa ingin memilikinya sangat besar. Namun tindakan yang diambil Belanda untuk memiliki Indonesia salah. Dengan cara vandalisme dan anarkhi, Belanda membunuh saudara-saudara Indonesia tanpa berperi kemanusiaan. Indonesia pun menangis sejadi-jadinya, dan otomatis tidak akan pernah mau menerima pinangan sang Belanda.
Tetapi, Belanda yg sangat mencintai Indonesia pada akhirnya dia menyerah dan memberikan kebahagiaan Indonesia untuk merdeka dan membangun keluarganya lagi. Yang penting Indonesia dapat bahagia selamanya, itulah prisip terakhir yang dikumandangkan oleh sang Belanda.
Balada cinta antara Indonesia dan Belanda ternyata tidak berhenti sampai Indonesia sudah terbebas dari kejaran sang Belanda. Belanda hingga saat ini malahan membantu Indonesia untuk membangun keluarganya dari segala aspek kehidupan. Mungkin inilah saatnya Belanda menebus dosanya terhadap Indonesia yang sangat ia cintai walau tidak dapat ia miliki.
Kembali kepada kenyataan, berdasarkan cerita balada tersebut, sekarang aku berpikir kalau Belanda dan Indonesia adalah dua negara yang saat ini dapat dinilai mempunyai hubungan bilateral yang kooperatif. Andai kata Belanda tidak menempuh cara yang salah untuk memiliki Indonesia dengan cara menjajahnya, mungkin negara Indonesia dan Belanda dari dulu sudah sama-sama berkembang dan menjadi dua negara yang maju. Bahkan, Belanda saat ini sudah melampaui Indonesia untuk menjadi negara yang maju.
Ada suatu teori dari Luther King Jr yang mengatakan bahwa kedua bangsa berperang karena tidak mengenal dengan baik satu sama lain.
Dengan kata lain, Belanda saat itu tidak mengenal dan menghargai pribadi Indonesia sehingga keinginan untuk memilikinya menempuh cara yang salah.
Jika Belanda secara perlahan-lahan sudah mengenali karakter dan kepribadian Indonesia, mungkin Belanda akan menghargai dan menghormati, sehingga tidak perlu menjajah dan memilikinya sekalipun, Belanda sudah akan mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang patut disebut Negara Kesatuan dan mampu untuk berdiri sendiri sebagai negara yang mandiri. Dan mungkin Belanda dan Indonesia sebagai negara sahabat akan senantiasa membantu untuk memajukan negara mereka masing-masing.
Aku mengakui kalau aku mengagumi negara Indonesia sekaligus negara Belanda. Indonesia, sebagai negara yang sudah dijajah 3,5 abad lamanya oleh Belanda, merupakan pribadi yang berhati besar untuk mengampuni Belanda dan mau menerima bantuan Belanda. Mungkin jika aku menjadi sang Indonesia, aku tidak akan mau mengampuni Belanda, bahkan akan menjadikan Belanda sebagai musuh bebuyutanku seumur hidup.
Belanda, juga aku kagumi karena Belanda hingga kini tetap mau menghargai Indonesia dan menghormatiya sebagai satu negara yang satu dan utuh. Bahkan sudah banyak sekali bantuan yang diterima Indonesia dari Belanda. Salah satunya pendidikan, yang merupakan salah satu hal yang terpenting untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam memajukan bangsa.
Aku sudah banyak mendengar cerita dan pengalaman dari teman-teman kalau negara Belanda saat ini menyediakan berbagai macam bantuan pendidikan untuk warganegara Indonesia yang menginginkan pendidikan yang tinggi, contohnya dengan memberikan beasiswa sekolah di Belanda bagi warga Indonesia yang kurang mampu maupun yang berprestasi.
Jika dilihat dari kacamata latar belakang pendidikanku, arsitektur, aku juga banyak mendengar cerita pengalaman bahwa mereka yang mengenyam pendidikan tinggi arsitektur di Belanda, biasanya akan mempunyai pemikiran yang berkembang dan kritis dalam mendesain bangunan dan kawasan, dan bias menerapkannya di negara Indonesia. Contohnya, mereka mendapatkan ilmu bagaimana membuat tanggulan, membuat desain bangunan yang kuat terhadap banjir, desain maupun tata ruang kota yang berbasis lingkungan. Semua mereka dapatkan dengan baik melalui pendidikan tinggi di Belanda.
Mengapa aku bisa mengatakan bahwa lulusan arsitektur Belanda dapat diterapkan di Indonesia?
Boleh aku katakan, Belanda sendiri sudah terlebih dahulu menerima ilmu pembangunan. Pada kenyataanya, rumah-rumah yang berdiri di Indonesia sebagian besar adalah rumah bergaya model Belanda. Selain itu, Indonesia sebagai negara yang familiar dengan bencana banjir, juga belajar untuk menanggulanginya dari Negara Belanda. Bahkan, suatu daerah yang saat ini sedang berkembang di Jakarta, Pantai Indah Kapuk, adalah daerah reklamasi yang sistem untuk mereklamasi pantainya merupakan sistem yang dipelajari oleh orang Belanda (Rotterdam adalah kota besar di Belanda yang merupakan hasil proyek reklamasi pada tahun 1260s di sungai Nieuwe Maas).
Aku percaya, masih banyak lagi ilmu yang dapat dipelajari dari negara Belanda. Dan sebagai dua negara bilateral dan kooperatif, keyakinan untuk membangun negeri Indonesia dapat tercapai dengan baik. Sudah saatnya Indonesia membuka pintu hatinya terhadap Belanda, dan tidak akan merekam peristiwa penjajahan Belanda di masa lampau.
Jika ada saatnya nanti aku mempunyai kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Belanda, aku akan membuktikan bahwa Belanda adalah sahabat yang memiliki kepribadian yang terbuka untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Seperti suatu kalimat yang mengatakan “Jika suatu persahabatan sudah melampaui kesakitan hati dan pengalaman yang menyakitkan, namun akhirnya dapat berdamai dan bersatu kembali, itulah yang disebut sebagai Persahabatan yang Sejati.” Belanda pun demikian. Ia adalah negara yang layak untuk dicintai, dihargai, dan dihormati, layaknya seorang sahabat.
Diambil dari blog pribadiku: http://mycapsicum.multiply.com/journal/item/250/Persahabatan_Indonesia_dengan_Belanda
