Saya masih ingat ketika mencari literatur Tropisch Koloniale Staathuishoudkunde, Dualistische Staathuishoudkunde, Ethnologise Economie, Indische Economie di perpustakaan kampus. Intinya catatan mengenai Indonesisce Economie. Memang di perkuliahan tidak diberikan ilmu perekonomian Indonesia semasa sebelum merdeka, sebatas gambarannya saja. Kegiatan rutin mencari literatur seperti itu berangkat dari keingintahuan bagaimana pejabat pemerintahan kolonial mengelola ekonomi Indonesia.
Barangkali analisis sosio-kultural dan ekonomi Indonesia dari pemikir Belanda, masih koheren untuk pemetaan dasar Indonesia kini.
Paling banter kutipan dari intelek Belanda seperti Gonggryp, Van Gelderen, Kielstra, Aboetari, Ploegsma, Zeilinger, Jonkers, P. de Kat Angelino, Bakker, J.D.H. Burger, Th A. Fruin, W.Ph. Coolhaas, G.H. Van Der Kolf dan Prof. J.H. Boeke ditemukan dalam petikan buku-buku tahun 60-70-an, yang itu pun sudah agak lusuh dan hanya ada beberapa di perpustakaan pusat kampus Unsoed tercinta, yang kini saya sedang menyelesaikan semester akhir di jurusan Ekonomi Pembangunan.
Andai saya dapat melanjutkan studi di Belanda ?!
Bagi mahasiswa daerah seperti saya, up date informasi dari internet berharap ada penjelasan lebih akurat mengenai studi di Belanda. Perkara bagaimana sampai ke Belanda, itu urusan nanti. Seringkali saya tersenyum sendiri, andai ada summer course gratis atau malah beasiswa belajar ke Negeri Kincir Angin sekaligus…
Saya mulai membuka dan berbagi wawasan dengan menjadikan blog sebagai sarana untuk membuka percakapan dengan orang lain di semua negara. Dibantu Google Translator, menjadi blogwalking tentu tidaklah sulit agar dapat membaca dalam sekali duduk hasil kreasi orang lain dengan bahasa asingnya. Maklum, bahasa Inggris saya masih belepotan..
Sudah menjadi kebiasaan blogwalking sambung menyambung link. Nah, satu minggu yang lalu tidak tanggung-tanggung, nyambung pula ke Neso Indonesia. Banyak agenda perkenalan studi di Belanda yang diadakan oleh lembaga perwakilan pendidikan tinggi Belanda untuk Indonesia ini. Sayangnya, agenda diselenggarakan di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung.
Meski demikian, kali ini ada kesempatan memperoleh hadiah summer course di Utrecht Summer School, Belanda, dari lomba blog yang diselenggarakan Neso Indonesia dan dagdigdug.
Lomba blog seperti ini salah satu komitmen pemerintah Belanda terhadap pendidikan berwawasan global dengan brand “Open to International Minds”. Wow!! More than 1300 internasional studies programs, this is real ticket to a global community!!
11 universitas Belanda termasuk kategori 200 universitas terbaik dunia. Jarak tempuh dan keterjangkauan yang strategis ke negara Eropa lainnya dilengkapi fasilitas transportasi sangat memadai. Multikulturalisme Belanda pun, cocok untuk memulai jaringan komunitas global.
Let’s go to be right there !!
Dipublish dari Blog : http://menapakihidup.wordpress.com/
