Universitas Leiden terkenal sebagai kampus tua di Eropa yang banyak menyimpan manuskrip-manuskrip tentang Islam dan “artefak” masyarakat muslim, terutama muslim Indonesia. Tidak berlebihan jika ada orang berkata, “jika ingin belajar Indonesia, seseorang harus pergi ke Leiden”.
Sejarahnya, kampus Leiden didirikan tahun 1575 oleh Pangeran William Orange yang dikenal sebagai pemimpin revolusi (leiden.edu). Salah satu sarjana dari Universitas Leiden yang paling terkenal di Indonesia adalah Christian Snouck Hurgronje. Ketokohannya populer karena dia pernah menjadi political advisor tentang Islam dan masyarakat muslim sewaktu pemerintahan Hindia Belanda masih eksis. Banyak karya penelitian Hurgronje tentang tradisi dan sosiologi masyarakat Islam di Indonesia. Karya-karyanya sebagian besar sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh lembaga Indonesian-Netherlands cooperation in Islamic Studies (INIS).
sumber gambar:www.flickr.com
Profesor saya di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta pernah berkata, jika ingin mempelajari karya pemikiran studi tokoh, tak cukup hanya sekedar menikmati karya-karyanya saja, melainkan juga harus menjiwai tempat dimana tokoh itu pernah tinggal. Dari sisi itulah, selain saya pernah membaca serta mempelajari karya-karya Hurgronje, ingin rasanya saya pergi ke situs-situs tempat dimana Hurgronje pernah tinggal dan belajar. Saya berhasrat ingin menjiwai lebih dari sekedar karya-karya Hurgronje.
Kota Leiden menjadi salah satu tempat impian saya. Karena di kota itu jelas terdapat Universitas Leiden. Orang bilang, bila bicara kota Leiden hampir selalu mengaitkannya dengan Universitas Leiden. Kampus itu memang menjadi ikon dan aset berharga. Saya ingin tahu secara lebih dekat tentang kampus Leiden. Seorang orientalis ternama, Ignaz Goldziher, bahkan pernah mendapat gelar kesarjanaan dari kampus Leiden. Menurut informasi yang saya baca, seorang intelektual di Eropa belumlah lengkap jika tidak mendapatkan gelar kesarjanaan dari kampus Leiden.
sumber gambar: www.strw.leidenuniv.nl
Mengapa kampus Leiden menjadi impian sebagai salah satu tujuan belajar dari setiap orang diseluruh dunia? Mungkin selain didukung dari sejarah kampus beserta fasilitasnya, kampus Leiden juga didukung oleh kenyamanan kotanya. Menurut informasi, kota Leiden sangat ramah karena menyediakan jalur khusus untuk sepeda pada setiap ruas jalan. Di setiap kantor, kampus, ruang publik, stasiun, terminal, atau mall, disediakan tempat parkir memadai untuk sepeda. Daya tarik Leiden juga bukan hanya pada kondisinya yang bersih, rapi, ramah, dan aman, tapi juga kaya dengan bangunan-bangunan kuno yang masih dilestarikan. Itulah mungkin yang menjadi alasan dimana kampus Leiden adalah surganya bagi para pelajar, karena segala kegiatan atau aktifitas belajar sangat didukung oleh kota beserta suasananya.
sumber gambar:www.eurogates.nl
Mahasiswa dari segala penjuru dunia ada di kampus Leiden, karena itulah Leiden menjadi kota global. 10 persen dari 18 ribu mahasiswa kampus Leiden berasal dari berbagai penjuru dunia yang menyatu dengan napas kehidupan kota Leiden dalam irama yang harmonis (cbn.net). Karena itulah, kota Leiden menjadi kota yang katanya paling toleran terhadap warga Non Belanda atau warga pendatang. Sebuah ciri khas sebagai kota global, dimana toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi prinsip utamanya bukan.***
sumber gambar:muridkehidupan.blogdetik.com
sumber gambar:www.streetsblog.org
