Berkembangnya teknologi dan informasi, menjadikan suatu negara harus ikut dalam alur globalisasi. Negara yang tidak dapat bersaing dalam komunitas global sudah tentu nantinya akan menjadi negara yang pasif dan sangat tergantung kepada negara lain. Sebagai insan negara yang ikut aktif membangun negara ini, sudah seharusnya kita dibekali dengan pengetahuan tentang komunitas global itu sendiri, dan membiasakan diri untuk berinteraksi dan mengerti pola pikir berbagai macam orang di dunia.

Hal-hal dasar yang perlu agar kita dapat bergabung dengan komunitas persaingan global yang pertama sudah pasti kita harus bisa bahasa alien asing, dalam hal ini bahasa Inggris yang merupakan bahasa umum yang dipakai di dunia, dan mampu berinteraksi dengan warga asing. Salah satu caranya adalah dengan bersekolah atau kuliah di luar negeri. Bila dari sekarang kita sudah membiasakan diri untuk mandiri dan berinteraksi dengan berbagai macam orang di dunia, bukan masalah yang sulit untuk dapat bekerja sama dalam komunitas global nantinya. Kuliah di luar negeri memang menjadi idaman banyak orang, khususnya murid-murid SMA cantik2 yang akan merubah statusnya menjadi mahasiswa, namun dengan kurangnya informasi tentang universitas-universitas di luar negeri dan bagaimana cara akses masuk di universitas tersebut, ditambah lagi karena belum apa-apa sudah takut dengan biaya yang mahal, pilihan ini seolah-olah hanya diperuntukkan bagi kalangan elit dan berduit. Apalagi kalau orang tua sudah berbicara, ketika kita mengatakan atau bahkan baru mempunyai ide untuk ingin sekolah di luar negeri, mereka pasti bilang “aduh jangan, kamu gak bakal bisa lulus tesnya!”, atau “ngapain sekolah jauh-jauh gitu? mending disini bantu mama ambil air untuk mandi adik (hehe)”, atau alasan yang klasik tapi langsung menusuk harapan kita “mama gak punya duit, titik”, maka hilanglah kesempatan awal kita untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Padahal dengan kemauan mencari sedikit informasi tentang biaya ataupun pengalaman-pengalaman orang yang sukses menempuh jenjang pendidikannya di luar negeri, tentunya orang tua akan mengerti dan mendukung kita agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Dengan belajar di luar negeri kita sudah mempunyai tiket untuk bergabung dalam komunitas global. ehem…


Kuliah ke luar negeri juga tidak “yang penting keluar negeri”, pastinya kuliah di negara-negara yang maju dan ada saljunya berkembang seperti negara-negara di Eropa, salah satunya adalah Belanda. Belanda adalah salah satu negara tujuan para mahasiswa yang ingin mendapatkan pendidikan bertaraf Internasional, negara ini merupakan negara yang maju dalam hal industri dan kebudayaan. Belanda merupakan salah satu negara yang padat penduduknya di dunia dan unik karena kebanyakan daerahnya terletak di bawah permukaan laut. Sebagian besar orang Belanda lancar berbahasa Inggris, jadi tidak masalah bagi kita untuk berkomunikasi disana. Disamping itu, pemerintah Belanda juga aktif mengeluarkan beasiswa-beasiswa sebagai apresiasi mereka menghargai pendidikan.

Nah! Lalu, kenapa harus kuliah di Belanda? Pertama sudah jelas karena sistem pengajaran dan fasilitas-fasilitas internasional yang tentunya lebih baik daripada di Indonesia. Kedua, banyak mata kuliah diajarkan dalam bahasa Inggris dan orang-orang Belanda lancar berbahasa Inggris, jadi tidak perlu takut tidak bisa berbahasa Belanda karena di dalam atau di luar ruang kuliah kita masih bisa berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Inggris. Ketiga, biaya hidup relatif murah. Menurut pengalaman kakak kelas alumnus saya sebut saja bunga, biaya hidup di belanda tidak berbeda jauh dengan di Indonesia, bahkan dalam hal biaya kuliah juga relatif murah dengan mendapatkan fasilitas Internasional seperti itu. Keempat, transportasi yang teratur dan tertib, tidak perlu khawatir ketika di Belanda nanti kita bakal stres belajar terus dan tidak pernah refreshing karena tidak punya sarana bepergian, kita bisa kemana-mana di Belanda hanya dengan menggunakan kendaraan umum yang ada seperti bis, taksi, kereta api dan subway, ditambah juga kebersihan, keamanan dan kenyamanan kendaraan umum sangat diperhatikan disana. Kelima, negara yang indah dan nyaman, siapa yang tidak tahu negara kincir angin? Negara tulip? Itu adalah sebutan untuk keunikan dan keindahan negara Belanda, siapa saja juga pasti ingin berjalan-jalan di hamparan bunga tulip yang luas dan sejuk sambil main film india-indiaan (kayak pernah kesana aja!), belajar dalam kondisi seperti itu sudah pasti akan menimbulkan rasa nyaman dan kondektur kondusif.

Tempat yang indah buat main india-indiaan kan?
source: http://farm1.static.flickr.com/194/501216272_0ee133d0db.jpg

Tulipnya banyak bgt! bisa dipake ngubur rumah!
source: http://www.srgc.org.uk/bulblog/log2006/291106/Bulb fields of Holland.jpg

Satu lagi, orang Belanda terkenal ramah-ramah dan sangat menghargai budaya orang lain, berbeda dengan negara-negara Eropa atau negara barat lainnya yang terkenal dengan sifat cuek bebeknya kepada orang asing, orang Belanda terkenal murah senyum dan sangat ramah kepada warga asing, hal itu karena banyak warga Belanda sendiri juga pendatang dari berbagai negara di dunia. Negara yang menghargai budaya dan keyakinan orang lain, nah! Hal inilah yang semakin langka di Indonesia, orang Belanda sangat mengerti bahwa sangat berbahaya bagi siapapun untuk membicarakan hal yang berkaitan dengan budaya dan keyakinan orang lain.


Bagaimanapun juga, kuliah dimana saja sebenarnya tidak masalah asal kita serius dan tekun, namun apabila kita mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan mempunyai akses berkecimpung dalam persaingan global nantinya dengan didukung informasi yang tepat, apalagi dengan syarat-syarat yang relatif mudah, tentu kita tidak akan menyia-nyiakannya bukan (bukaaaaannn).

Source : http://agni-goodboy.blogspot.com/