Melanjutkan sekolah ke Negeri Belanda itu mudah. Anda tak harus mahir bahasa Belanda karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris. Selain ada peluang mendapatkan beasiswa.

Ada 756 yang mendaftar, 574 yang terverifikasi.

img_00553Rabu Siang (01/07) kantor Neso Indonesia kedatangan 6 pemenang kompetisi blog Studi di Belanda. Wajah-wajah mereka tampak cerah terutama Dian dan Ratna, pemenang pertama yang memperoleh kesempatan untuk merasakan langsung menjadi mahasiswa internasional di Belanda. Ratna Ariyanti adalah seorang wartawan yang telah bergabung lebih dari 5 tahun dengan koran Bisnis Indonesia.  Sedangkan Dian Inawati, seorang Manajer sebuah Galeri Seni terkemuka di Ubud, datang jauh-jauh dari Bali dengan harapan tinggi.

Lain Dian dan Ratna, lain pula dengan para pemenang kedua dan ketiga. Suhartono misalnya, seorang wartawan Jurnal Nasional yang terinspirasi akan kerinduannya pada seseorang yang tengah menyelesaikan program PhD di TU Eindhoven. Atau Putri Trapsiloningrum yang mengangkat tema tentang kekhawatiran orang tua yang mengirimkan anaknya untuk studi di luar negeri.  Lalu ada Rizky Amelia seorang wartawan Koran Jakarta yang juga lulusan Sastra Belanda, mengusung tema bagaimana rasanya berkuliah di kampusnya Ratu Belanda. Termasuk seorang pakar Public Relation seperti Hanny Kusumawati pun punya harapan untuk bisa merasakan Studi di Belanda terinspirasi dari sebuah film Belanda yang dirilis tahun 1995, Antonia Line.

Pertemuan yang berlangsung sangat informal ini diawali dengan pemutaran film tentang Studi di Belanda. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan perbincangan ringan tentang pengalaman para peserta dalam mengikuti kompetisi blog Studi di Belanda termasuk proses membangun ide menjadi sebuah tulisan yang mengantarkan mereka menjadi pemenang. Dalam kesempatan tersebut, Marrik Bellen, Direktur Neso Indonesia memberikan ucapan selamat kepada para pemenang  dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para blogger yang telah berpartisipasi .  Marrik juga mengungkapkan, pelaksanaan kompetisi blog Studi di Belanda diharapkan bisa meningkatkan awareness tentang  lebih dari 1400 program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh universitas di Belanda.

Penyerahan hadiah ini juga dihadiri oleh salah satu perwakilan juri, Enda Nasution. Enda mengungkapkan, kompetisi blog Studi di Belanda adalah sebuah kompetisi yang sangat sukses karena berhasil menarik minat lebih dari 500 orang blogger untuk mendaftar.

Setelah ini, kita semua bisa mengikuti perjalanan para pemenang di Belanda dalam blognya Dian and Ratna yang akan menceritakan pengalamannya mengikuti Summer Course di Utrecht setiap harinya.

Neso Indonesia juga mengucapkan selamat untuk para pemenang, semoga suatu saat kita bisa berjumpa di Belanda.

Tulisan Peserta

Sir, Your ticket please….

It was 7 AM and I AM LATE. I usually took the 7.30 train and it was 7 AM when I woke up. There is only 30 minutes to go for praying subuh (Praying at 7 AM??? God forgive me for this one), take a shower, preparing my stuff that places everywhere and breakfast. [...]

Jiwa Jingga

Negeri mungil berjiwa jingga, apa yang tak bisa dilakukannya? Berlokasi di tanah rendah rawan banjir pemberian alam raya, kincir angin dimaksimalkan untuk mengatasinya. Kedinginan di negeri sendiri, kapal layar diberangkatkan untuk mencari rempah-rempah di negeri yang jauh. Bahkan, bisa dilihat sekarang ini, dalam semangat perkembangan zaman yang “makin cyber aja”, diselenggarakannya Kompetiblog, mengundang partisipasi blogger [...]

Dalam sebuah perbicangan masa sekolah dahulu, suatu kali diantara beberapa pilihan saya untuk pergi mengenal dunia dengan segala kemajemukannya, seorang sahabat pernah bertanya, “Apa alasanmu memasukkan Belanda ke dalam daftar negara yang patut dikunjungi selama hidup kita, memang apa keistimewaannya?”.
Sambil tersenyum saya menjawab, “Sederhana saja… karena Belanda memiliki fasilitas modern yang lengkap untuk menghargai keberadaan [...]

Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus berganti-gantinya alam dan zaman. (Dewantara; 1994)
Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Kebudayaan sifatnya bermacam-macam, akan tetapi oleh karena semuanya adalah buah adab (keluhuran budi), maka semua kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi [...]

www.nmo.nl.com

Dia menguasai seni menggali data di lapangan. Puluhan tahun dia melakukan penelitian di Indonesia tentang NU, tarekat, pesantren, dan perkembangan gerakan Islam kontemporer. Kajian-kajian yang dilakukannya begitu komprehensif dan tidak memihak. Pa Martin, demikian saya dan teman-teman menyapa Prof Martin Van Bruinessen,  juga mampu menguraikan hasil penemuannya dengan cukup terinci.
Suatu siang di awal Maret [...]

Pak Janggut dan Komunitas Global

Dua puluh tahun yang lalu, saya berkenalan dengan seorang pengelana. Ia senantiasa menelusuri jalan, ke manapun jalan itu membawanya, untuk mengunjungi tempat-tempat baru. Dalam penelusuran dan pengembaraannya itu, ia selalu menemukan berbagai petualangan yang mengasyikkan, mendebarkan dan fantastis. Sejak kali pertama kami berkenalan, ia langsung menceritakan berbagai petualangannya, kapan pun kami bertemu.
Seperti layaknya pengelana, kawan [...]

Mama: “Mbak puput, jangan ke Belanda ah abis lulus.”
Saya: “Emang kenapa sih, mams?”
Mama: “Belanda tuh jauh mbak, kamu tuh cewe. Nanti kalo sakit atau kenapa kenapa gimana? Kan jadi tambah repot. Mau S2 kok musti jauh-jauh. Udah, S2 di Indonesia ajah, masih banyak universitas yang bagus”
Saya: “……”
Dear Mams,
Percakapan ini adalah percakapan yang kita lakukan beberapa [...]

“Ngangsu” ke Belanda

Ngangsu adalah bahasa Jawa. Kalau ditranslit dalam bahasa Indonesia berarti mencari. Kalau ada orang bilang ngangsu kaweruh maka artinya menjadi mencari ilmu. Di desa saya kalau sedang musim kemarau banyak orang ngangsu ke sumur-sumur di dekat sungai karena sumber airnya yang masih lancar. Intinya, istilah ngangsu digunakan untuk mencari sesuatu yang bermanfaat untuk kita. Begitulah [...]

Hello thereeeeeeeee!
Have y’all absorbed enough from what I wrote here: When It Comes to Study: Netherlands It Is? ‘Cause if you have, then as I promised, this time you’re not going to hear it from  my side, but from some students who have actually studied in Holland.
Yes, sodara-sodara, kalo di postingan [...]